kkal – Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, sedang mempertimbangkan rencana untuk menyelamatkan aplikasi media sosial TikTok dari larangan nasional yang akan berlaku di Amerika Serikat. Rencana ini muncul setelah TikTok dan induk perusahaannya, ByteDance, terlibat dalam pertempuran hukum yang panjang dengan pemerintah AS terkait masalah keamanan nasional.
Menurut laporan dari berbagai sumber, termasuk The Washington Post dan Reuters, Trump sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan perintah eksekutif yang akan menangguhkan pelaksanaan larangan tersebut selama 60 hingga 90 hari. Langkah ini bertujuan untuk memberikan waktu lebih banyak untuk mencapai kesepakatan yang memungkinkan TikTok tetap beroperasi di AS tanpa harus sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan China.
Pada minggu lalu, Mahkamah Agung AS mendengar argumen terkait undang-undang yang memerlukan ByteDance untuk menjual TikTok atau menghadapi larangan di AS atas dasar keamanan nasional. Para hakim tampak cenderung untuk mendukung undang-undang tersebut, yang memberikan tekanan lebih lanjut pada Trump untuk bertindak cepat jika dia ingin menyelamatkan platform tersebut.
Trump, yang sebelumnya mendukung larangan slot kamboja TikTok selama masa jabatannya yang pertama, telah mengubah pendiriannya setelah menggunakan platform tersebut untuk kampanye pemilihan ulang 2024. Dia berpendapat bahwa larangan tersebut hanya akan menguntungkan pesaing TikTok, seperti Facebook, dan telah berjanji untuk “menyelamatkan TikTok” selama kampanye.
Meskipun demikian, ada tantangan hukum dan politik yang signifikan. Undang-undang yang memerlukan divestasi atau larangan TikTok telah disahkan oleh Kongres dan ditandatangani oleh Presiden Joe Biden. Untuk membatalkan atau menangguhkan undang-undang tersebut, Trump perlu mendapatkan dukungan dari Kongres atau meminta Mahkamah Agung untuk menunda pelaksanaan undang-undang tersebut.
ByteDance telah melakukan upaya lobi yang signifikan di Washington, termasuk membayar mantan penasihat kampanye Trump, David Urban, $150.000 untuk melobi para legislator. Selain itu, mantan penasihat senior Trump, Kellyanne Conway, juga dilaporkan telah dipekerjakan oleh kelompok konservatif yang didanai oleh Jeff Yass, seorang investor besar di ByteDance.
Masa depan TikTok di AS masih belum pasti. Meskipun Trump berjanji untuk menyelamatkan platform tersebut, keberhasilan rencananya tergantung pada kemampuannya untuk menavigasi tantangan hukum dan mendapatkan dukungan politik yang diperlukan. Waktu sangat penting, karena larangan tersebut dijadwalkan akan berlaku pada 19 Januari, sehari sebelum Trump dilantik sebagai presiden.