kkal.net – Pelabuhan Bakauheni, yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, menjadi saksi bisu dari sebuah insiden yang mengejutkan. Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bakauheni, Mas Yusnirda, telah ditetapkan sebagai tersangka setelah menodongkan senjata airsoft gun ke arah petugas parkir ASDP. Insiden ini terjadi pada Jumat (3/1/2025) dini hari dan telah menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat.

Peristiwa ini bermula ketika Mas Yusnirda, yang mengendarai mobil Toyota Rush hitam dengan nomor polisi BE-1563-ALG, melewati gerbang parkir di Pelabuhan Bakauheni. Saat itu, kartu masuk pelabuhan yang dimilikinya telah habis masa berlaku, sehingga petugas parkir, Kiemas Ekhsan, menginput data kendaraan dan menetapkan biaya parkir sebesar Rp41.000. Namun, Mas Yusnirda menolak membayar dan terlibat cekcok dengan petugas parkir.

Dalam keadaan marah, Mas Yusnirda mengeluarkan airsoft gun jenis Glock 19 Austria dan menodongkannya ke arah kepala petugas parkir. Tidak hanya itu, ia juga melepaskan tembakan satu kali ke arah depan, meskipun tidak mengenai korban. Aksi ini membuat petugas parkir merasa terancam dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Sektor Khusus Pelabuhan (KSKP) Bakauheni.

Setelah menerima laporan, polisi berhasil menangkap Mas Yusnirda di kantornya. Selain menetapkannya sebagai tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa satu pucuk airsoft gun jenis Glock 19 Austria dan mobil Toyota Rush hitam tersebut. Mas Yusnirda kini ditahan di Mapolres Lampung Selatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Mas Yusnirda dijerat dengan Pasal 335 KUHPidana tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman pidana penjara selama satu tahun. Selain itu, kepemilikan airsoft gun yang tidak dilengkapi izin resmi juga menjadi pertimbangan hukum yang memperberat hukumannya.

Insiden ini telah menimbulkan reaksi keras dari masyarakat. Banyak yang mengecam tindakan arogan Mas Yusnirda, terutama karena ia adalah seorang PNS mahjong yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat. Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam menyelesaikan masalah, terutama dalam situasi yang melibatkan uang dan kekuasaan.

Insiden penodongan airsoft gun oleh oknum PNS KSOP Bakauheni ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Pentingnya mengendalikan emosi dan menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih baik harus selalu diingat. Selain itu, kepemilikan senjata, termasuk airsoft gun, harus selalu sesuai dengan peraturan resmi untuk menghindari penyalahgunaan yang dapat membahayakan orang lain.

By admin